Pintu Taubat Seorang Koruptor


Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Kudus,            Oktober 2014

Penulis
BAB I
Pendahuluan
1.1            Latar Belakang
Setiap manusia selalu memiliki sisi negatif dan positif  dalaam diri mereka. Setiap kali manusia melakukan suatu perbutan pasti dalam diri manusia akan beradu agumentasi antara sisi baik dan buruk. Tinggal sisi mana yang menang dalam diri mereka. Seperti halnya seorang koruptor, pasti sejenak sebelum mereka korupsi mereka akan berfikir tentang akibat yang timbul setelah mereka korupsi. Koruptor pasti tahu akibat apa saja yang akan mereka timbulkan, baik dari sisi sebelum mereka ditangkap KPK ataupun belum. Saat sebelum ditangkap KPK keluarga mereka pasti akan berleha-leha dengan materi yang berlimpah, tapi bagaimana setelah KPK menangkap mereka. Pastinya keluarga mereka sendirilah yang akan dirugikan dengan dicemooh kerabat. Salah satu penyebab merebahnya korupsi adalah karena lemahnya hukum. Hukuman bagi koruptor khususnya di Indonesia sangatlah lemah karena itulah bbanyak koruptor-koruptor baru yang bermunculan.
Dalam diri setiap manusia pasti ada sisi positif, meskipun dalam diri seorang koruptor sekalipun. Para koruptor pasti merasa takut saat mereka korupsi, baik takut ketahuan maupun takut akan Tuhan mereka. Dalam diri koruptor pasti ada keinginan untuk bertaubat walaupun hanya sedikit sekali. Baik karena dampak buruk terhadap keluarga mereka setelah mereka ditangkap KPK maupun karena takut karena Tuhan mereka. Dalam pemberantasan korupsi yang paling tepat adalah dengan memperbaiki pemerintahan dan hukum-hukum yang ada di dalamnya.
Berdasarkan penjelasan diatas kami bermaksud mengangkat judul “Pintu Taubat Seorang Koruptor”.
1.2            Rumusan Masalah
1.      Kenapa koruptor harus bertaubat ?
2.      Bagaimana cara menyadarkan koruptor ?
3.      Bagaimana mekanisme taubat bagi koruptor ?
1.3            Tujuan
1.      Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Pendidikan Agama Islam.
2.      Agar khalayak umum tahu akan pintu taubat bagi koruptor.
3.      Agar setiap manusia tahu bahwasanya setiap manusia punya sisi positif walaupun bagi seorang koruptor sekalipun.
BAB II
Pembahasan
2.1      Kenapa koruptor harus bertaubat
Sebelum membahas tentang kenapa koruptor harus bertaubat, kita akan membahas tentang taubat itu sendiri.
Secara bahasa taubat berarti kembali. Secara istilah taubat berarti kembali taat kepada Allah SWT dan menyesal dengan bersungguh-sungguh terhadap dosa yang telah dilakukan bai dosa besar maupun dosa kecil serta memohon keampunan dari Allah.
Lalu kenapa koruptor harus bertaubat???
Alasan kenapa koruptor harus bertaubat karena seorang koruptor sangat merugikan negara. Uang yang diambil oleh koruptor adalah uang yang seharusnya berperan sangat penting dalam penggembangan suatu negara tersebut. Dengan dikorupnya uang tersebut pastillah pembangunan akan terhambat dan apabila pembangunan tersebut terhambat pastilah negara tersebut akan mengambil hutang dari negara lain. Dan juga pastinya saat pengambilan hutang tersebut bukan hanya semata-mata memberi hutang tapi juga ada timbal balik atau pengambilan keuntungan dari negara pemberi hutang tersebut. Dengan demikian negara yang berhutang perkembangannya akan melambat karena selalu bergantung pada negara lain.
Alasan yang lain kenapa koruptor harus bertaubat karena uang hasil korupsi bukanlah uang halal, oleh karena itu nafkah yang diberikan kepada keluarganyapun uang haram. Dan setiap harta yang diberikan kepada keluarganya tersebut akan mendarah daging dalam diri keluarganya, seperti firman Allah dalam QS An-Nisa’ : 4

وَآَتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا 

Artinya:
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) dengan penuh kelahapan lagi baik akibatnya.
Dalam ayat ini menjelaskan bahwasannya harta yang kita berikan kepada istri/keluarga haruslah harta yang halal baik dari cara mendapatkannya maupun halal zatnya.
Dan setiap manusia pasti memiliki yang  namanya dosa, apalagi seorang koruptor yang jelas-jelas sudah mengambil yang bukan haknya. Seorang koruptor haruslah bertaubat karena kehidupan bukan hanya di dunia saja, ada kehidupan lagi setelah manusia meninggal kelak. Dan  setiap apa yang didapat di dunia nantinya akan dimintai pertanggung jawaban diakhirat.
 Uang hasil korupsi tidak akan bisa membantu manusia diakhirat, materi hasil korupsi hanya akan membahagiakan manusia didunia saja dan bahkan materi tersebut dapat juga membut manusia sengsara bukan hanya di akhirat, materi hasil korupsi juga dapat menyengsarakan manusia di dunia juga. Harta hasil korupsi dapat menyengsarakan diakhirat tentunya sudah jelas, yaitu masuk kedalam neraka, sedangkan harta hasil korupsi sebagai penyengsara dunia itu akan terjadi saat KPK menangkap mereka. Tentunya bagi seorang koruptor tersebut akan dipenjara tapi dampak yang paling besar adalah dari pihak keluarga yaitu akan dicibir para tetangga.
Alasan kenapa koruptor harus bertaubat karena uang hasil koruptor bukanlah uang halal dan setiap yang haram selalu memiliki dampak negatif diantaranya :
I.              Dampak Langsung
1.      Tidak Diterima Amalan-nya
Rasulullah saw bersabda, "Ketahuilah bahwa suapan haram jika masuk ke dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari." (HR At-Thabrani).
2.      Tidak Terkabul Doa-nya
Sa'ad bin Abi Waqash bertanya kepada Rasulullan saw, "Ya Rasulullah, doakan saya kepada Allah agar doa saya terkabul." Rasulullah menjawab, "Wahai Sa'ad, perbaikilan makananmu, maka doamu akan terkabulkan." (HR At-Thabrani).
Disebutkan juga dalam hadis lain bahwa Rasulullah saw bersabda, "Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, "Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!" Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram, maka bagaimanakah akan diterima doa itu?" (HR Muslim).
3.      Mengikis Keimanan Pelakunya
Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin." (HR Bukhari Muslim).
4.      Mencampakkan Pelakunya ke Neraka
Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya." (HR At Tirmidzi).

5.      Mengeraskan Hati
Imam Ahmad ra pernah ditanya, apa yang harus dilakukan agar hati mudah menerima kesabaran, maka beliau menjawab, "Dengan memakan makanan halal." (Thabaqat Al Hanabilah : 1/219).
At Tustari, seorang mufassir juga mengatakan, "Barangsiapa ingin disingkapkan tanda-tanda orang yang jujur (shiddiqun), hendaknya tidak makan, kecuali yang halal dan mengamalkan sunnah," (Ar Risalah Al Mustarsyidin : hal 216).
II.           Dampak Tidak Langsung
1.      Haji dari Harta Haram Tertolak
Rasulullah saw bersabda, "Jika seorang keluar untuk melakukan haji dengan nafaqah haram, kemudian ia mengendarai tunggangan dan mengatakan, "Labbaik, Allahumma labbaik!" Maka yang berada di langit menyeru, "Tidak labbaik dan kau tidak memperoleh kebahagiaan! Bekalmu haram, kendaraanmu haram dan hajimu mendatangkan dosa dan tidak diterima." (HR At Thabrani)
2.      Sedekahnya Ditolak
Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa mengumpulkan harta haram, kemudian menyedekahkannya, maka tidak ada pahala, dan dosa untuknya." (HR Ibnu Huzaimah)
3.      Shalatnya Tidak Diterima
Dalam kitab Sya'bul Imam disebutkan, " Barangsiapa yang membeli pakaian dengan harga sepuluh dirham di antaranya uang haram, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama pakaian itu dikenakan." (HR Ahmad)
4.      Silaturrahim-nya Sia-sia
Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa mendapatkan harta dari dosa, lalu ia dengannya bersilaturahim (menyambung persaudaraan) atau bersedekah, atau membelanjakan (infaq) di jalan Allah, maka Allah menghimpun seluruhnya itu, kemudian Dia melemparkannya ke dalam neraka. Lalu Rasulullah saw bersabda, " Sebaik-baiknya agamamu adalah al-wara' (berhati-hati)." (HR Abu Daud).

2.2       Bagaimana menyadarkan koruptor
Indonesia khususnya bukanlah negara yang kekurangan akan nilai kebenaran. Seperti halnya saat SMP atau SMA pastinya kita telah diajari akan nilai moral. Tapi kebanyakan orang yang sekarang korupsi adalah orang yang bermain dengan kata korupsi itu sendiri. Salah satu contoh saat pilpres tahun 2009 seorang yang berperan dalam timses sebuah parpol, dalam iklannya dia berbicara tentang pemberantasan korupsi, tapi kenyataannya dalam kesempatan selanjutnya dia menjadi salah satu koruptor. Dari penjelasan tersebut sudah kita ketahui bahwasannya bukan pengetahuan yang kurang melainkan hukumlah yang kurang tegas.
Dalam hal ini salah satu cara agar para koruptor jera adalah memperkuat hukum yang ada dalam pemerintahan. Di Cina seorang koruptor akan dipancung, di Amerika koruptor akan di tembaki sampai mati, di negara Islam koruptor dipotong tangannya,  di Malaysia koruptor hukuman bagi koruptor juga dihukum mati, lalu kenapa Indonesia hukuman bagi seorang koruptor yang korupsi 5M hanya dikenai denda 500juta dan penjara 5tahun, bahkan ada yang kurang. Hukuman seperti inilah yang membuat para koruptor semakin bertambah, untuk mempersedikit para koruptor sebaiknya hukuman bagi seorang sebaiknya diperbaiki.
Seorang Koruptor melakukan korupsi bukanlah karena keinginan pribadinya yang ingin bergelimanggan harta melainkan karena memikirkan keturunannya agar tidak hidup sengsara. Merubah persepsi seperti inilah yang dapat menyadarkan para koruptor, materi bukanlah satu-satunya hal yang dapat membahagiakan suatu keluarga. Harta hasil korupsi hanya lah suatu bom waktu untuk membuat sebuah keluarga kehilangan kebahagiaan-kebahagiaan mereka. Saat koruptor tertangkap pastilah teman dan sanak saudara akan menjauh dan sering mencibir keluarganya.
2.3       Bagaimana mekanisme koruptor bertaubat
1.      Menyesal, menginsafi & berazam tidak akan mengulangi dosa yang telah dilakukannya.
2.      Beristighfar memohon keampunan Allah SWT.
3.      Beramal kebajikan.
4.      Mensyukuri nikmat Allah SWT.
5.      Berdoa memohon kesejahteraan hidup di dunia & hari Akhirat.


BAB III
Penutup
3.1       Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari penjelasan-penjelasan yang telah diuraikan diatas adalah :
a.       Setiap manusia selalu memilliki kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki kehidupannya.
b.      Dalam pemberantasan koruptor yang paling tepat dalam melakukan hal tersebut adalah dengan memperbaiki hukum yang ada dalam pemerintahan.
c.       Seorang koruptor melakukan korupsi bukanlah karena ada niat dari dalaam hati mereka melainkan karena ada kesempatan.


0 Response to "Pintu Taubat Seorang Koruptor"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Pendidikan

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel