Makalah SIM : Impilkasi Etis dari IT



MAKALAH

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
“Implikasi Etis dari IT”




Disusun Oleh:

Muhammad Nur Wibowo
(201453050)
Teguh Heri Purwanto
(201453014)
Ayuk Atika
(201453133)
Rina Andriyani
(201453123)
Eva Nurul fazjeriyah
(201453122)

PROGDI         : SISTEM INFORMASI FAKULTAS   : TEKNIK





FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS
2015





KATA PENGANTAR



Puji syukur kehadirat Allah SWT karena rahmat serta karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat dan kita sebagai umatnya. Semoga kita semua tetap berada dalam lindungan Allah SWT. Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah sistem informasi managemen, untuk itu rasa terima kasih yang dalam-dalamnya  kami sampaikan kepada:
·       Orang tua yang telah memberikan dukungan dalam pembuatan makalah ini.
·     Bapak Supriyono,S.Kom.,M.Kom selaku dosen mata kuliah Sistem

Informasi Managemen.

·       Rekan-rekan mahasiwa yang telah banyak  memberikan masukan untuk makalah ini.

Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna menyempurnakan makalah yang berjudul "IMPLIKASI ETIS dari IT dan dapat dijadikan acuan dalam menyusun makalah–makalah atau tugas tugas selanjutnya. Penulis juga memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat  kesalahan  pengetikan  dan  kekeliruan  yang  sama  sehingga membingungkan  pembacdalam  memahami  maksud.  Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan dengan sebagaimana mestinya.







Kudus, 13 Maret 2015


Penyusun





Daftar Isi

Kata Pengantar --------------------------------------------------------------------------------  i Daftar Isi ---------------------------------------------------------------------------------------  ii BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang --------------------------------------------------------------------  1
1.2  Rumusan Masalah ----------------------------------------------------------------  2
1.3  Tujuan ------------------------------------------------------------------------------  2

BAB II PEMBAHASAN

2.1  Moral, Etika, Dan Hukum-------------------------------------------------------  3

2.2  Meletakkan Moral, Etika, Dan Hukum Pada Tempatnya ------------------  4

2.3  Implikasi Moral, Etika, Dan Hukum Dalam Implementasi Teknologi

Informasi --------------------------------------------------------------------------  6

2.4  Tantangan, Kendala Dan Harapan Terkait Moral, Etik Dan Hukum

Dalam Implementasi Teknologi Informasi-----------------------------------  6

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ----------------------------------------------------------------------  8
3.2 Saran ------------------------------------------------------------------------------  8

Daftar Pustaka





BAB I
PENDAHULUAN




1.1       Latar Belakang


Zaman sekarang ini kehidupan manusia seakan tak pernah lepas dari yang namanya teknologi informasi, akan tetapi semakin pesatnya perkembangan teknologi kerap kali disalahgunakan oleh berbagai pihak. Penyalahgunaan teknologi tersebut meliputi berbagai aspek baik dalam bidang perbankan maupun akun-akun media sosial. Sebenarnya sudah banyak negara yang menerapkan undang-undang mengenai komputer untuk memberikan kenyamanan dalam menggunakan  akses  tersebut  seperti  hamendapatkan  akses  data,  haakan privasi, kejahatan komputer, dan paten piranti lunak. Akan tetapi undang-undang tersebut tidaklah menghentikan atau membuat takut bagi para pelaku kejahatan cyber.

Perkembangan IT yang semakin cepat membuat para pelaku kejahataan sekarang  banyak  yang  beralih  menggunakan  IT  dalam  melancarkan  aksinya, bukan hanya karena resikonya yang sedikit lebih aman, tetapi juga dalam mendapatkan hasilpun lebih cepat dan banyak. Namun perkembangan keamanan sekarang ini sudah tertinggal dengan cepatnya perkembangan kejahatan cyber yang sedang marak seperti sekarang ini. Di Indonesia khususnya belum ada yang namanya polisi cyber yang menangani kejahatan-kejahatan cyber tersebut.

Teknologi sangat membantu pekerjaan manusia sekarang ini, seakan-akan tidak ada pekerjaan yang tidak dapat dikerjakan melelui teknologi. Pengolahan data,  pemprosesan,  penyimpanan  data  dan  masih  banyak  yang  lain.  Namun, banyak pihak yang ingin mencuri dan memanipulasi data tersebut dengan maksud dan tujuan tertentu. Data yang dicuri tersebut dapat menjadi bumerang pemilik data atau informasi. Etika dalam berinternet dapat memberikan   keamanan bagi banyak pihak khususnya bagi pemilik data atau informasi.





Hal-hal inilah yang kemudian memunculkan unsur etika sebagai faktor yang sangat penting kaitannya dengan penggunaan sistem informasi berbasis komputer, mengingat salah satu penyebab pentingnya etika adalah karena etika melingkupi wilayah wilayah yang belum tercakup dalam wilayah hukum. Faktor etika   disini   menyangkut   identifikasi   da penghindara terhada unethical behavior dalam penggunaan sistem informasi berbasis komputer



1.2       Rumusan Masalah

1.    Apa yang dimaksud dengan moral, etika, dan hukum?

2.     Bagaimana meletakkan moral, etika, dan hukum pada tempatnya?

3.    Bagaimana menerapkan moral, etika dan hukum dalam implementasi teknologi informasi?
4.    Bagaimana mengatasi kendala yang terkait moral, etika dan hukum dalam implementasi teknologi informasi?
1.3       Tujuan

Adapun  tujuan  berdasarkan  rumusan  masalah  diatas  adalah  sebagai

berikut:

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan moral, etika, dan hukum.

2. Untuk  mengetahui  bagaimana  meletakkan  moral,  etika,  dan  hukum pada tempatnya.
3. Untuk  menerapkan  moral,  etika  dan  hukum  dalam  implementasi teknologi informasi.
4. Untuk mengatasi kendala yang terkait moral, etika dan hukum dalam implementasi teknologi informasi.





BAB II PEMBAHASAN




2.1   MORAL, ETIKA, DAN HUKUM

1.   Moral/akhlak adalah tradisi   kepercayaan yang berhubungan dengan hal yang benar dan yang salah yang terikat dengan peraturan.
Moral    dalam    penggunaan    teknologi    computer   menuntun   kepada tindakan yang tidak merugikan orang lain, misalnya tidak  menjiplak karya cipta  baik  secara  langsung  maupun  tidak  langsung.  Di  dalam  norma hokum setiap orang atau individu wajib menjunjung tinggi hukun dan mempunya I kesadaran hokum yang tinggi pula. Hokum akan mengatur tata kehidupan masyarakat dan Negara serta mengatur dan mengayomi kepentingan atau hasil karya seseorang atau masyarakat sehingga akan tercapai tertib hukum dalam tata kehidupan masyarakat tersebut
2. Etika adalah berasal dari bahasa Yunani ethos, yang berarti karakter pemikiran yang mengarahkan, yang masuk kedalam seseorang. Dalam beberapa aspek IT ada kaitan erat dengan etika profesi, keterhubungan tersebut terutama dalam memahami dan menghormati budaya kerja yang ada, memahami profesi dan jabatan, memahami peraturan perusahaan dan organisasi  ,  dan  memhami  hukum  .  Etika  profesi  yang  juga  harus  di pahami adalah kode etik dalam bidang IT , di manapun pengguna harus mampu memilih sebuah program ataupun software yang akan mereka gunakan  apakh  legal  atau  illegal,  karena  program  atau  sisten  operasi apapun di gunakan selalu ada aturan penggunaan atau license agreement


3.   Hukum adalah Peraturan prilaku formal yang di paksakan oleh otoritas berdaulat seperti pemerintahan pada rakyat atau warga negaranya. Terkait dengan bidang hukum, maka pengguna harus mengetahui undang–undang yang membahas tentang HAKI (hak atas kekayaan intelektual) dan pasal– pasal yang membahas hal tersebut.Hukum Hakcipta Bertujuan melindungi hak pembuat dalm menistribusikan , menjual , atau membuat turunan dari





karya tersebut. Pelindungan yang di dapatkan oleh pembuat (author) pelindongan  terhadap  penjiplakan  (plagiat)  oleh  orang  lain  .hak  cipta sering di asosiasikan sebagai jual beli lisensi, namun distribusi hak cipta tersebut tidak hanya dalam konteks jual beli , sebab bisa saja seorang pembuat karya membuat pernyataan bahwa hasil karyanya bebas si pakai dan di distribusikan dan redistribusi mengacu pada aturan open source.
2.2   MELETAKKAN     MORAL,     ETIKA,     DAN     HUKUM     PADA TEMPATNYA
Penggunaan komputer di dunia bisnis diarahkan oleh nilai moral dan etis manajer,  spesialis  informasi,  dan  pengguna,  serta  hukum  yanberlaku. Hukum adalah yang termudah untuk diinterpretasikan karena bersifat tertulis. Tetapi etika tidak terdefinisi demikian tepat, dan mungkin bahkan tidak disetujui oleh semua anggota masyarakat.
1)   Kebutuhan akan Budaya Etika

Opini yang dipegang luas di dunia bisnis adalah bahwa bisnis merefleksikan kepribadian dari pemimpinnya. Misalnya pengaruh seorang CEO sangat mempengaruhi kepribadia dari perusahaannya. Sehingga CEO yang memiliki pengaruh yang amat penting pada organisasinya sehingga masyarakat cenderung memandang perusahaan tersebut seperti CEO-nya. Jika perusahaan di tuntut untuk berlaku etis, maka manajemen tingkat tinggi harus bersikap etis dalam segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakannya. Manajemen tingkat atas harus memimpin melalui contoh, perilaku ini disebut budaya etika.       Bagaimana       budaya       etika       dicapai       dalam       sebuah perusahaan?  Perusahaan tersebut tidak harus mengusahakan semua pekerjaan sendiri. Bantuan dalam bentuk kode etik dan program eduksi etika yang dapat memberikan fondasi untuk budaya tersebut. Program edukai dapat membantu menyusun kredo perusahaan dan meletakkan program etika pada tempatnya. Kode etik dapat digunakan seperti pap adanya atau disesuaikan dengan perusahaan tersebut.





Bentuk kode etik ACM yang ada saat ini diadopsi pada tahun 1992 dan
berisikan suatu  keharusan,  yang merupakan  pernyataan  tanggung jawab
pribadi. Kode ini dibagi lagi menjadi empat bagian.
a)  Keharusan moral umum
b)   Tanggung jawab profesioanal yang lebih spesifik
c)  Keharuan kepemimpinan organisasi
d)  Kepatuhan terhadap kode etik
2)   Bagaimana Budaya Etika Diterapkan

Tugas manajemen tingkat atas adalah untuk meyakinkan bahwa konsep etikany merasuk ke seluruh organisasi, dan turun ke jajaran bawah sehingga menyentuh setiap karyawan. Para eksekutif dapat mencapai implementasi ini melalui tiga tingkat yaitu:
a)  Kredo Perusahaan

Kredo perusahaan adalah pernyataan singkat mengenai nilai-nilai yang ingin dijunjung perusahaan. Tujuan kredo tersebut adalah untuk memberitahu individu-individu dan organisasi, baik dalam dan diluar perusahaan, akan nilai-nilai yang dianut perusahaan tersebut.
b)  Program Etika

Program etika dalah upaya yang terdiri atas berbagai desain untuk memberikan petunjuk  kepada para karyawauntuk  menjalankan  kredo perusahaan. Aktivitas yang bisa dilakukan adalah sesi orientasi yang diadakan untuk karyawan baru. Contoh lain dari program etika adalah audit etika.
c Kode Perusahaan yang Disesuaikan

Banyak perusahaanyang merancang sendiri kode etiknya. Terkadang kode- kode etik ini merupakan adaptasi dari kode etik untuk industry atau profesi tertentu.
3) Meletakkan Kredo, Prigram, dan Kode pada Tempatnya

Kredo   perusahaa memberikan   dasa untuk   pelaksanaa progra etika
perusahaan. Kode etik tersebut menggambarkan perilaku-perilaku tertentu yang
diharapkan dilaksanakan oleh para karyawan  perusahaan dalam berinteraksi
antara satu dengan lain dan dengan elemen-elemen lingkungan perusahaan.





2.3  IMPLIKAS MORAL,   ETIKA DA HUKU DALA IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI.
Etika komputer adalah analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. Dalam isu-isu pokok etika komputer, ada beberapa isu yang yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
1)  Kejahatan komputer (Computer crime), yaitu kejahatan yang dilakukan dengan komputer sebagai basis teknologinya.
2) E-Commerce yaitu Otomatisasi bisnis dengan internet dan layanannya, mengubah bisnis proses yang telah ada dari transaksi konvensional kepada yang berbasis teknologi, melahirkan implikasi negative; bermacam kejahatan, penipuan, kerugian.
3)  Cybe Ethics,   yait Implikasi   dari   INTERNET   (   Interconnection Networking   ),   memungkinkan   penggun I semakin   meluas,   tak terpetakan, tak teridentifikasi.
4)  Tanggung Jawab Profesi,  yaitu Sebagai bentuk  tanggung jawab moral, perlu diciptakan  ruang bagi komunitas  yang akan saling menghormati. Misalnya IPKIN ( Ikatan Profesi Komputer & Informatika-1974 )
5) Pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), yaitu Masalah pengakuan hak atas kekayaan intelektual. Pembajakan, cracking, illegal software dan sebagainya.


2.4  TANTANGAN, KENDALA DAN HARAPAN TERKAIT MORAL, ETIK DAN HUKUM DALAM IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI
Perlindungan atas hak individu di internet dan membangun hak informasi merupakan sebagian dari permasalahan etika dan sosial dengan penggunaan sistem informasi yang berkembang luas. Permasalahan etika dan sosial lainnya,  di  antaranya  adalah :  perlindungan  hak  kepemilikan  intelektual, membangun akuntabilitas sebagai dampak pemanfaatan sistem informasi, menetapkan  standar  untuk  pengamanan  kualitas  sistem  informasi  yang mampu melindungi keselamatan individu dan masyarakat, mempertahankan





nilai yang dipertimbangkan sangat penting untuk kualitas hidup di dalam suatu  masyarakat  informasi.  Dari  berbagai  permasalahan  etika  dan  sosial yang berkembang berkaitan dengan pemanfaatan sistem informasi, dua hal penting  yang  menjadi  tantangan  dan  kendala  manajemen  untuk  dihadapi, yaitu:
1) Memahami risiko-risiko moral dari teknologi baru.

Perubahan teknologi yang cepat mengandung arti bahwa pilihan yang dihadapi setiap individu juga berubah dengan cepat begitu pula keseimbangan antara risiko dan hasil serta kekhawatiran kemungkinan terjadinya  tindakan  yang  tidak  benar.  Perlindungan  atas  hak  privasi individu telah menjadi permasalahan etika yang serius dewasa ini. Di samping itu, penting bagi manajemen untuk melakukan analisis mengenai dampak etika dan  sosial  dari  perubahan  teknologi.  Mungkin  tidaada jawaban yang selalu tepat untuk bagaimana seharusnya perilaku, tetapi paling tidak ada perhatian atau manajemen tahu mengenai risiko-risiko moral dari teknologi baru.
2) Membangun  kebijakan  etika  organisasi  yang  mencakup  permasalahan etika dan sosial atas sistem informasi.
Manajemen  bertanggung  jawab  untuk  mengembangkan,  melaksanakan, dan menjelaskan kebijakan etika organisasi. Kebijakan etika organisasi berkaitan dengan sistem informasi meliputi, antara lain: privasi, kepemilikan,  akuntabilitas,  kualitas  sistem,  dan  kualitas  hidupnya.  Hal yang   menjadi   tantanga adalah   bagaiman memberika program pendidikan atau pelatihan, termasuk penerapan  permasalahan kebijakan etika yang dibutuhkan.





BAB III PENUTUP


3.1 KESIMPULAN
Penggunan IT harus berdasarkan moral, etika, dan hukum yang berlaku. Permasalahan etika dan sosial dalam teknologi informasi meliputi: perlindungan hak kepemilikan intelektual, membangun akuntabilitas sebagai dampak pemanfaatan sistem informasi, menetapkan standar untuk pengamanan kualitas sistem informasi yang mampu melindungi keselamatan individu dan masyarakat, mempertahankan nilai yang dipertimbangkan sangat penting untuk kualitas  hidup  di  dalam  suatu  masyarakat  informasi.  Dari permasalahan tersebut ada dua hal penting yang menjadi tantangan dan kendala manajemen untuk dihadapi dalam implementasi teknologi informasi, yaitu: memahami risiko-risiko moral dari teknologi baru dan membangun kebijakan etika organisasi yang mencakup permasalahan etika dan sosial atas sistem informasi.
3.2 SARAN

1.   Sebaiknya pemerintah membuka peluang polisi cyber agar dunia IT tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak memiliki kewenangan.
2.   Bagi para pengguna sosial media sebaiknya lebih berhati-hati agar privasi akun anda tidak di hack.
3.   Pengguna IT sebaiknya  bisa memperhatikan kode etik/implikasi etis  dengan baik dan menerapkannya.





Daftar Pustaka





Donn B. Parker, Ethics for Information Systems Personnel Journal of

Information Systems Management 5 (Summer 1988)


Sumber lain :


0 Response to "Makalah SIM : Impilkasi Etis dari IT"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Pendidikan

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel